Oreology

Softskill

Tipe atau bentuk Organisasi

on December 16, 2011

Tipe atau Bentuk Organisasi ialah sebagai berikut :

1. Tipe Struktur Fungsional

Mendesain struktur berdasar fungsi-fungsi yang ada dalam suatu organisasi/divisi/sub divisi. Contohnya seperti fungsi niaga, fungsi SDM dan fungsi teknik. Tipe ini memiliki kelebihan seperti berikut.

• Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi

• Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas

• Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis

Dan tipe fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut:

• Lingkungan stabil

• Tugas bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi

• Mengutamakan efisiensi dan kapabilitas fungsional

Namun tipe fungsional juga memiliki sejumlah kekurangan, seperti berikut ini:

• Menekankan pada rutinitas tugas — kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang

• Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit

• Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi

• Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi — dan kadang membuat koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan

2. Tipe Output-based Structure

Mendesain struktur berdasar output/produk yang dihasilkan oleh unit/bagian organisasi yang bersangkutan.

Kelebihannya :

• Mendorong akuntabilitas yang lebih besar terhadap hasil akhir (output yang dihasilkan)

• Memungkinkan terjadinya diversifikasi ketrampilan (cross functional skills)

• Koordinasi antar fungsi didalam tiap posisi menjadi lebih mudah

Kekurangan:

• Lingkungan tidak stabil

• Ukuran organisasi relatif besar

• Mengutamakan spesialisasi produk/output dan inovasi

• Berpeluang menggunakan ketrampilan dan sumber daya secara tidak efisien

• Menuntut adanya ‘multiple role’ pada para karyawan sehingga dapat menimbulkan work stress

• Hanya terpaku pada satu produk tertentu (output)

3. Tipe Struktur Matriks

Mendesain struktur berdasar kombinasi antara tipe fungsional dan tipe output-based.

Kelebihan

• Mendorong penggunaan orang secara fleksibel

• Mengoptimalkan penggunaan sumber daya keahlian yang dimiliki

• Menumbuhkan koordinasi dan integrasi yang kohesif

Kelebihan:

• Dorongan untuk mendistribusikan dan membagi sumber daya/kapabilitas

• Fokus pada dual perspectives : keahlian fungsional dan keandalan output

Kekurangan

• Berpeluang menumbuhkan role ambiguity

• Tanpa keseimbangan wewenang antara manajer fungsional dengan output-based coordinator, kinerja akan terganggu

• Memberi kesempatan bagi inkonsistensi permintaan antara fungsional dan output-based people.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: