Oreology

Softskill

Analisis Artikel

on April 19, 2013

Bahasa Indonesia (Softskill)

“Menjaga Kesehatan Gigi. Berkaca Pada Kasus Leysus”

logo_gunadarma-300x298

Disusun oleh :

Nama : Rosdiana

NPM    : 16110248

                                                                                                                           Kelas    : 3KA10

FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia dengan judul “Menjaga Kesehatan Gigi. Berkaca Pada Kasus Leysus” tepat pada waktunya. Tugas ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan nilai mata kuliah Bahasa Indonesia (Softskill).

Selama proses penyusunan tugas ini, penulis mendapat bantuan dan dukungan, baik berupa moril maupun materil dari berbagai pihak, segingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada:

  1. Bapak Jono Suroyo  selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan pengarahan dalam proses penyusunan karya tulis ini.
  2. Teman-teman 3KA10 yang telah memberikan motivasi dan dukungan.
  3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, yang telah menbantu baik langsung maupun tidak langsung kepada penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.

Penulis menyadari, masih banyak kekurangan dalam penyusunan tugas ini baik secara tulisan maupun pembahasan. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima segala masukan yang membangun dari berbagai pihak, baik itu pihak kritik maupun saran yang dapat membuat tugas tulisan ini menjadi lebih baik.

Akhirnya penulis berharap semoha tugasini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca umumnya.

Depok, April 2013

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………… i
Daftar Isi…….……………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ………..…….………………………………….. 1
1.2. Rumusan Masalah..……………………………….…………….. 1
1.3. Tujuan Penulisan ………….……………………………….…… 2

BAB II Menjaga Kesehatan Gigi. Berkaca Pada Kasus Leysus.

2.1. Teori Focal Infeksi ……………………………………………… 2

2.2. Penyebaran Lewat Darah ………………………………………. 2
BAB III PENUTUP
3.1. Simpulan ……………………….………………………………. 4

3.2. Saran ………………………………………….………………..  4

DAFTAR PUSTAKA ……………………….…..…………..……… 5

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1.Latar Belakang

Pelawak kondang Leysus yang memiliki nama asli Winarso, meninggal dunia pada awal Januari lalu di usia yang relatif muda, yaitu 43 tahun. Kematiannya bukan saja meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan dunia lawak Indonesia, tetapi juga menyisakan tanda Tanya mengenai penyebab kematiannya.

Mula-mula ia dikabarkan sakit gigi biasa. Namun setelah giginya ditambal, malah bengkak. Kemudia dibawa lagi ke dokter gigi dan disarankan untuk minum obat. Rasa sakit agak mereda sebentar, tetapi bengkaknya semakin besar. Karena sudah terlalu sakit dirasa, pihak keluarga tidak terlalu cemas dengan sakit gigi Leysus. Sampai kemudian muncul gejala aneh. Tiba-tiba Leysus merasakan lunglai pada sebelah kaki dan tangannya. Bicaranya pun menjadi cedal, seperti terkena gejala penyakit stroke.

Kepada beberapa media infotainment dan media cetak, keluarga Leysus menuturkan bahwa semua itu berawal dari sakit gigi. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan seorang dokter yang merawat Leysus, bahwa pelawak asal Malang ini mengidap kanker otak yang sudah menyebar (metastase), yang dipicu oleh giginya yang terinfeksi.

Kasus kematian Leysus yang berawal dari tambalan gigi, menimbulkan kekhawatiran pada sebagian masyarakat. Benarkan bahwa infeksi gigi bisa menyebar ke organ-organ vital tubuh?

1.2.Rumusan Masalah

Pada artikel ini penuli hanya membahas klasifikasi dan identifikasi kuman bakteri dalam rongga mulut yang dihubungkan dengan menggunakan teori focal infeksi.

1.3.Tujuan Penulisan

Memberikan informasi dan pengetahuan tentang klasifikasi dan identifikasi kuman bakteri dalam rongga mulut yang diharapkan dapat memberikan motivasi agar masyarakat rajin membersihkan mulut dengan cara menyikat gigi setiap hari.

BAB II

Menjaga Kesehatan Gigi. Berkaca Pada Kasus Leysus.

 

 

2.2. Teori Focal Infeksi

Dalam kasus kematian yang terjadi pada Leysus, bisa dirunut dari teori focal infeksi di rongga mulut bertanggung jawab atas inisiasi dan progresi berbagai penyakit inflamasi seperti radang sendi, tukak lambung, dan radang usus buntu.

Kemajuan dalam klasifikasi dan identifikasi kuman bakteri rongga mulut dan bidang imunologi, semakin meyakinkan adanya peran penting infeksi gigi terhadap berbagai penyakit sistemik seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit paru, penyakit gula, stroke, kanker, dan sebagainya. Juga menjadi semakin jelas bahwa gigi dan rongga mulut dapat menjadi tempat asal bagi desiminasi mikroorganisme penyebab penyakit ke bagian tubuh lain.

Sejumlah studi epidemiologi mengusulkan bahwa infeksi rongga mulut, khususnya radang gusi (gingivitis) dan jaringan pendukung gigi (periodontitis) merupakan suatu faktor resiko bagi penyakit sistemik.

Jumlah bakteri di rongga mulut bisa mencapai ratusan juta. Xiajing Li dkk (2000) mencatat lebih dari 1011 bakteri dalam setiap milligram plak gigi. Plak adalah semacam lender yang senantiasa menempel pada permukaan gigi.

Memang tidak semua bakteri rongga mulut membahayakan. Sebagian besar justru dibutuhkan sebagai flora normal mulut. Bakteri yang potensial menimbulkan penyakit gig dan banyak pula dijumpai pada penyakit sistemik yaitu golongan bakteri anaerob gram negatif. Antara lain, P. Gingivalis, B. Intermedius, dan A. Actinomycetemcommitans. Bakteri-bakteri tersebut dominan pada radang gusi dan radang sekitar ujung akar gigi, sampai jadi bengkak bernanah abses, seperti yang dialami oleh almarhum Leysus.

 

2.2. Penyebaran Lewat Darah

Bakteri rongga mulut dapat menyebar melalui aliran darah yang disebut bakteriemia. Yang menyebar melalui bakteri itu sendiri maupun racun yang dihasilkannya yaitu endotoxin atau exotoxin.

Beberapa penelitian mengenai bakteriemia ini layak disimak. Bakteriemia diamati pada 100% pasien setelah cabut gigi, 70% setelah pembersihan karang gigi, pada 55% setelah pembedahan gigi geraham bungsu, 20% setelah perawatan akar gigi, dan 55% setelah operasi amandel.

Penelitian lain menunjukkan penyebaran bakteri setelah perawatan akar gigi. Dan kurang dari 1 menit setelah prosedur rongga mulut, kuman dari gigi yang terinfeksi telah mencapai jantung, paru-paru, dan sistem kapiler darah tepi.

Pada kondisi kesehatan mulut normal, hanya sejumlah kecil bakteri fakultatif dan tidak membahayakan masuk kedalam aliran darah. Namun, pada kondisi kebersihan mulut yang jelek, jumlah bakteri pada permukaan gigi meningkat menjadi 2-10 kali lipat. Sehingga peluang terjadinya bakteriemia, adanya rangkaian reaksi imunologis yang dipicu oleh infeksi di rongga mulut, merupakan penjelasan lain mengapa masalah gigi dapat merambat ke penyakit yang serius sampai berujung kematian seperti almarhum Leysus.

Gigi dan gusi sebetulnya tidak melekat erat, melainkan ada celah sekitar 2mm disebut kantung gusi (sulcus gingiva). Daerah inilah yang paling rentan terjadi infeksi bakteri dan peradangan, sehingga timbul penyakit periodontal. Tanda-tandanya yaitu gusi memerah, bengkak, mudah berdarah, bisa disertai kegoyahan gigi.

Grossi dan genco (1998) mengemukakan bahwa 17 macam penyakit sitemik yang berhubungan langsung dengan penyakit periodontal, termasuk penyakit gula, jantung, kanker, dan stroke. Beberapa penelitian retrospektif membuktikan, bahwa pasien penyakit jantung, stroke, DM, pada umumnya kebersihan mulutnya lebih jelek dibandingkan dengan pasien yang normal.

BAB III

PENUTUP

 

3.1. Simpulan

                  Dari uraian yang telah dijelaskan pada BAB II, dapat disimpulkan bahwa gigi dan mulut bisa menjadi pemicu dan dapat memperparah kondisi hingga mengarah kepada penyakit sistemik yang berbahaya.

3.2. Saran

Dalam artikel ini, informasi yang diberikan sudah cukup jelas dan menjawab dari kasus yang dialami oleh almarhum Leysus. Kita sebagai manusia yang ingin sehat terhindar dari penyakit, khususnya kesehatan daerah mulut dan gigi. Perlu dijaga dengan cara membersihkannya setiap hari secara rutin.

Sedangkan saran yang diberikan pihak lain yaitu, rajinlah pergi ke dokter gigi, untuk berkonsultasi.

DAFTAR PUSTAKA

 

[1] http://kempoantolin.wordpress.com/artikel-kesehatan-gigi-berkaca-pada-kasus-leysus/, waktu akses: 17 April 2013 pukul 09.23

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: