Oreology

Softskill

Resensi Artikel

  1. Data publikasi
    1. Judul : Berkaca Pada Kasus Leysus
    2. Penulis : Drg. Ahmad Syaify, SpPerio, DOsen FKG UGM dan mahasiswa S3 Pascasarjana UGM
    3. Penerbit : http://kempoantolin.wordpress.com/artikel-kesehatan-gigi-berkaca-pada-kasus-leysus/
    4. Tema : Kesehatan Gigi

 

  1. Sinopsis atau ringkasan :

Dalam kasus kematian yang terjadi pada Leysus, bisa dirunut dari teori focal infeksi di rongga mulut bertanggung jawab atas inisiasi dan progresi berbagai penyakit inflamasi seperti radang sendi, tukak lambung, dan radang usus buntu.

Kemajuan dalam klasifikasi dan identifikasi kuman bakteri rongga mulut dan bidang imunologi, semakin meyakinkan adanya peran penting infeksi gigi terhadap berbagai penyakit sistemik seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit paru, penyakit gula, stroke, kanker, dan sebagainya. Juga menjadi semakin jelas bahwa gigi dan rongga mulut dapat menjadi tempat asal bagi desiminasi mikroorganisme penyebab penyakit ke bagian tubuh lain.

Sejumlah studi epidemiologi mengusulkan bahwa infeksi rongga mulut, khususnya radang gusi (gingivitis) dan jaringan pendukung gigi (periodontitis) merupakan suatu faktor resiko bagi penyakit sistemik.

Jumlah bakteri di rongga mulut bisa mencapai ratusan juta. Xiajing Li dkk (2000) mencatat lebih dari 1011 bakteri dalam setiap milligram plak gigi. Plak adalah semacam lender yang senantiasa menempel pada permukaan gigi.

Memang tidak semua bakteri rongga mulut membahayakan. Sebagian besar justru dibutuhkan sebagai flora normal mulut. Bakteri yang potensial menimbulkan penyakit gig dan banyak pula dijumpai pada penyakit sistemik yaitu golongan bakteri anaerob gram negatif. Antara lain, P. Gingivalis, B. Intermedius, dan A. Actinomycetemcommitans. Bakteri-bakteri tersebut dominan pada radang gusi dan radang sekitar ujung akar gigi, sampai jadi bengkak bernanah abses, seperti yang dialami oleh almarhum Leysus.

 

  1. Keunggulan :

Pembaca dapat mengetahui kesehatan seputar gigi dan bagaimana cara yang baik dan tepat untuk merawat gigi agar terhindar dari sakit.

 

  1. Kekurangan :

Pembahasannya kurang mendalam.

 

  1. Pendapat akhir atau saran :

Dari isi yang telah dibahas dalam topik ini, sebaiknya kita mengambil hikmah dari kasus yang dialami oleh almarhum Leysus. Rajinlah menjaga kesehatan tubuh, terutama kesehatan gigi. Agar kita tidak menderita sakit gigi dan berdampak ke kesehatan tubuh yang lainnya.

Advertisements
Leave a comment »

Analisis Artikel

Bahasa Indonesia (Softskill)

“Menjaga Kesehatan Gigi. Berkaca Pada Kasus Leysus”

logo_gunadarma-300x298

Disusun oleh :

Nama : Rosdiana

NPM    : 16110248

                                                                                                                           Kelas    : 3KA10

FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia dengan judul “Menjaga Kesehatan Gigi. Berkaca Pada Kasus Leysus” tepat pada waktunya. Tugas ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan nilai mata kuliah Bahasa Indonesia (Softskill).

Selama proses penyusunan tugas ini, penulis mendapat bantuan dan dukungan, baik berupa moril maupun materil dari berbagai pihak, segingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada:

  1. Bapak Jono Suroyo  selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan pengarahan dalam proses penyusunan karya tulis ini.
  2. Teman-teman 3KA10 yang telah memberikan motivasi dan dukungan.
  3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, yang telah menbantu baik langsung maupun tidak langsung kepada penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.

Penulis menyadari, masih banyak kekurangan dalam penyusunan tugas ini baik secara tulisan maupun pembahasan. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima segala masukan yang membangun dari berbagai pihak, baik itu pihak kritik maupun saran yang dapat membuat tugas tulisan ini menjadi lebih baik.

Akhirnya penulis berharap semoha tugasini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca umumnya.

Depok, April 2013

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………… i
Daftar Isi…….……………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ………..…….………………………………….. 1
1.2. Rumusan Masalah..……………………………….…………….. 1
1.3. Tujuan Penulisan ………….……………………………….…… 2

BAB II Menjaga Kesehatan Gigi. Berkaca Pada Kasus Leysus.

2.1. Teori Focal Infeksi ……………………………………………… 2

2.2. Penyebaran Lewat Darah ………………………………………. 2
BAB III PENUTUP
3.1. Simpulan ……………………….………………………………. 4

3.2. Saran ………………………………………….………………..  4

DAFTAR PUSTAKA ……………………….…..…………..……… 5

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1.Latar Belakang

Pelawak kondang Leysus yang memiliki nama asli Winarso, meninggal dunia pada awal Januari lalu di usia yang relatif muda, yaitu 43 tahun. Kematiannya bukan saja meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan dunia lawak Indonesia, tetapi juga menyisakan tanda Tanya mengenai penyebab kematiannya.

Mula-mula ia dikabarkan sakit gigi biasa. Namun setelah giginya ditambal, malah bengkak. Kemudia dibawa lagi ke dokter gigi dan disarankan untuk minum obat. Rasa sakit agak mereda sebentar, tetapi bengkaknya semakin besar. Karena sudah terlalu sakit dirasa, pihak keluarga tidak terlalu cemas dengan sakit gigi Leysus. Sampai kemudian muncul gejala aneh. Tiba-tiba Leysus merasakan lunglai pada sebelah kaki dan tangannya. Bicaranya pun menjadi cedal, seperti terkena gejala penyakit stroke.

Kepada beberapa media infotainment dan media cetak, keluarga Leysus menuturkan bahwa semua itu berawal dari sakit gigi. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan seorang dokter yang merawat Leysus, bahwa pelawak asal Malang ini mengidap kanker otak yang sudah menyebar (metastase), yang dipicu oleh giginya yang terinfeksi.

Kasus kematian Leysus yang berawal dari tambalan gigi, menimbulkan kekhawatiran pada sebagian masyarakat. Benarkan bahwa infeksi gigi bisa menyebar ke organ-organ vital tubuh?

1.2.Rumusan Masalah

Pada artikel ini penuli hanya membahas klasifikasi dan identifikasi kuman bakteri dalam rongga mulut yang dihubungkan dengan menggunakan teori focal infeksi.

1.3.Tujuan Penulisan

Memberikan informasi dan pengetahuan tentang klasifikasi dan identifikasi kuman bakteri dalam rongga mulut yang diharapkan dapat memberikan motivasi agar masyarakat rajin membersihkan mulut dengan cara menyikat gigi setiap hari.

BAB II

Menjaga Kesehatan Gigi. Berkaca Pada Kasus Leysus.

 

 

2.2. Teori Focal Infeksi

Dalam kasus kematian yang terjadi pada Leysus, bisa dirunut dari teori focal infeksi di rongga mulut bertanggung jawab atas inisiasi dan progresi berbagai penyakit inflamasi seperti radang sendi, tukak lambung, dan radang usus buntu.

Kemajuan dalam klasifikasi dan identifikasi kuman bakteri rongga mulut dan bidang imunologi, semakin meyakinkan adanya peran penting infeksi gigi terhadap berbagai penyakit sistemik seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit paru, penyakit gula, stroke, kanker, dan sebagainya. Juga menjadi semakin jelas bahwa gigi dan rongga mulut dapat menjadi tempat asal bagi desiminasi mikroorganisme penyebab penyakit ke bagian tubuh lain.

Sejumlah studi epidemiologi mengusulkan bahwa infeksi rongga mulut, khususnya radang gusi (gingivitis) dan jaringan pendukung gigi (periodontitis) merupakan suatu faktor resiko bagi penyakit sistemik.

Jumlah bakteri di rongga mulut bisa mencapai ratusan juta. Xiajing Li dkk (2000) mencatat lebih dari 1011 bakteri dalam setiap milligram plak gigi. Plak adalah semacam lender yang senantiasa menempel pada permukaan gigi.

Memang tidak semua bakteri rongga mulut membahayakan. Sebagian besar justru dibutuhkan sebagai flora normal mulut. Bakteri yang potensial menimbulkan penyakit gig dan banyak pula dijumpai pada penyakit sistemik yaitu golongan bakteri anaerob gram negatif. Antara lain, P. Gingivalis, B. Intermedius, dan A. Actinomycetemcommitans. Bakteri-bakteri tersebut dominan pada radang gusi dan radang sekitar ujung akar gigi, sampai jadi bengkak bernanah abses, seperti yang dialami oleh almarhum Leysus.

 

2.2. Penyebaran Lewat Darah

Bakteri rongga mulut dapat menyebar melalui aliran darah yang disebut bakteriemia. Yang menyebar melalui bakteri itu sendiri maupun racun yang dihasilkannya yaitu endotoxin atau exotoxin.

Beberapa penelitian mengenai bakteriemia ini layak disimak. Bakteriemia diamati pada 100% pasien setelah cabut gigi, 70% setelah pembersihan karang gigi, pada 55% setelah pembedahan gigi geraham bungsu, 20% setelah perawatan akar gigi, dan 55% setelah operasi amandel.

Penelitian lain menunjukkan penyebaran bakteri setelah perawatan akar gigi. Dan kurang dari 1 menit setelah prosedur rongga mulut, kuman dari gigi yang terinfeksi telah mencapai jantung, paru-paru, dan sistem kapiler darah tepi.

Pada kondisi kesehatan mulut normal, hanya sejumlah kecil bakteri fakultatif dan tidak membahayakan masuk kedalam aliran darah. Namun, pada kondisi kebersihan mulut yang jelek, jumlah bakteri pada permukaan gigi meningkat menjadi 2-10 kali lipat. Sehingga peluang terjadinya bakteriemia, adanya rangkaian reaksi imunologis yang dipicu oleh infeksi di rongga mulut, merupakan penjelasan lain mengapa masalah gigi dapat merambat ke penyakit yang serius sampai berujung kematian seperti almarhum Leysus.

Gigi dan gusi sebetulnya tidak melekat erat, melainkan ada celah sekitar 2mm disebut kantung gusi (sulcus gingiva). Daerah inilah yang paling rentan terjadi infeksi bakteri dan peradangan, sehingga timbul penyakit periodontal. Tanda-tandanya yaitu gusi memerah, bengkak, mudah berdarah, bisa disertai kegoyahan gigi.

Grossi dan genco (1998) mengemukakan bahwa 17 macam penyakit sitemik yang berhubungan langsung dengan penyakit periodontal, termasuk penyakit gula, jantung, kanker, dan stroke. Beberapa penelitian retrospektif membuktikan, bahwa pasien penyakit jantung, stroke, DM, pada umumnya kebersihan mulutnya lebih jelek dibandingkan dengan pasien yang normal.

BAB III

PENUTUP

 

3.1. Simpulan

                  Dari uraian yang telah dijelaskan pada BAB II, dapat disimpulkan bahwa gigi dan mulut bisa menjadi pemicu dan dapat memperparah kondisi hingga mengarah kepada penyakit sistemik yang berbahaya.

3.2. Saran

Dalam artikel ini, informasi yang diberikan sudah cukup jelas dan menjawab dari kasus yang dialami oleh almarhum Leysus. Kita sebagai manusia yang ingin sehat terhindar dari penyakit, khususnya kesehatan daerah mulut dan gigi. Perlu dijaga dengan cara membersihkannya setiap hari secara rutin.

Sedangkan saran yang diberikan pihak lain yaitu, rajinlah pergi ke dokter gigi, untuk berkonsultasi.

DAFTAR PUSTAKA

 

[1] http://kempoantolin.wordpress.com/artikel-kesehatan-gigi-berkaca-pada-kasus-leysus/, waktu akses: 17 April 2013 pukul 09.23

 

Leave a comment »

Menganalisa Tulisan Berdasarkan Diksi

Menanam Pohon Investasi Tiket Masuk Surga

Oleh Alamendah

Menanam pohon sebagai investasi tiket masuk surga bukan kalimat yang berlebihan. Dengan menanam pohon tanpa kita sadari kita pun telah menanam investasi jangka panjang untuk memperoleh tiket masuk surga. Bahkan ketika kita telah meninggal pun pahala dari menanam pohon ini (insa Allah) akan terus mengalir.

Sebatang pohon yang ditanam dan dirawat hingga tumbuh akan memberikan manfaat yang besar. Bukan hanya untuk orang yang menanam pohon saja namun juga kepada orang-orang di sekitar pohon. Bahkan kepada berbagai makhluk dan organisme lainnya.

Sebagian kecil manfaat dari sebatang pohon di antaranya adalah:

  • Pohon menghasilkan oksigen. Rata-rata sebatang pohon mampu menghasilkan oksigen hingga 1,2 kg perhari. Bahkan sebatang pohon trembesi mampu menghasilkan 78 kg O2 perharinya (28,48 ton/tahun). Padahal seorang manusia rata-rata menghirup 0,5 kg O2 perharinya. Berapa banyak manusia dan hewan yang terbantu dari sebatang pohon?.
  • Akar pohon menyerap air hujan ke tanah, mencegah air meluap menjadi banjir saat musim penghujan dan mengikat air sehingga menjadi cadangan air tanah yang dapat digunakan hingga musim kemarau. Setiap orang membutuhkan air untuk minum dan aneka kebutuhan lainnya termasuk untuk bersuci (wudlu).
  • Pohon menghasilkan buah, daun, batang, kayu, akar, dan biji yang dapat dimakan dan

dimanfaatkan.

  • Pohon pun menjadi tempat tinggal dan mencari makan berbagai organisme mulai

dari burungkupu-kupuulat bulu, bahkan organisme-organisme yang tidak kasat mata.

Dari sedikit manfaat itu saja bisa kita bayangkan berapa banyak orang perharinya yang mendapatkan manfaat dari sebatang pohon yang telah kita tanam. Seandainya dibuat hitungan kasar; Dalam sehari pohon tersebut dimanfaatkan oleh 2 orang untuk bernafas, 1 orang untuk minum, dan 1 orang untuk wudlu bukankah kita telah bersedekah kepada 4 orang. Padahal pohon mampu hidup puluhan hingga ratusan tahun. Semakin banyak yang memperoleh manfaat bukankah pahala yang kita terima akan semakin besar dan tiket masuk surga.

Menanam Pohon Sebagai Shodaqoh Jariyah. Menanam pohon dapat dianggap sebagai sedekah (shodaqoh) jariyah layaknya menyumbang pembangunan masjid, maupun mewakafkan tanah. Apalagi jika penanaman pohon itu memang dimaksudkan untuk kepentingan umum seperti menanam pohon di tepi jalan atau hutan (Perlu diingat hari lingkungan hidup 2011 ini mengambil tema “Hutan Penyangga Kehidupan”).

Shodaqoh jariyah mempunyai arti memberikan harta benda miliknya di jalan Allah yang mempunyai manfaat hingga jangka panjang. Apa harta benda yang kita berikan saat menanam pohon? Benih, tenaga, dan biaya menanam dan merawat pohon itu. Di jalan Allah?. Pohon menguragi pencemaran udara sehingga udara yang dihirup membuat orang mampu mencari nafkah. Air menjadikan orang dapat bersuci hingga bisa melaksanakan ibadah.

Padahal saya pernah mendengar sebuah hadits sahih yang berbunyi “ketika seorang anak adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yang pahala dari amal itu tetap mengalir walau dia telah meninggal dunia, yang pertama dalah shodaqoh jariah, yang kedua adalah ilmu yang bermanfaat, dan yang ketiga adalah anak yang sholih dan sholihah yang mau mendoakan kedua orang tuanya” (H.R Muslim).

Dari hadits Rasulullah tersebut mengandung arti bahwa ibadah seperti salat, puasa, haji dan lainnya akan terputus amalnya ketika orang tersebut meninggal karena begitu meninggal seseorang itu pastinya tidak akan bisa salat, puasa maupun haji. Namun ada tiga jenis ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim, yang meski pun dia sudah wafat, pahala ibadah itu tetap saja terus mengalir kepadanya. Tiga ibadah itu adalah anak sholeh yang selalu mendoakannya, ilmu yang bermanfaat, dan shodaqoh jariyah.

Seperti halnya sobat membangun masjid di mana selama masjid itu masih digunakan untuk ibadah sobat memperoleh pahala atau dengan memyumbangkan kursi roda ke rumah sakit di mana setiap orang sakit menggunakannya sobat mendapat pahala, saat sobat menanam pohon pun sama. Setiap orang berteduh di bawahnya, menghirup oksigen yang dihasilkannya, meminum air yang disimpannya setiap itu pula (insa Allah) sobat memperoleh pahala.

Sungguh nikmat ketika kita telah meninggal namun point-point pahala kita terus bertambah lantaran sebatang pohon yang dengan ikhlas kita tanam dan rawat hingga tumbuh terus memberikan manfaat. Sebuah investasi tanpa henti untuk memperoleh tiket surga.

 

No

Kesalahan

Perbaikan

1

Pohon pun menjadi tempat tinggal dan mencari makan berbagai organisme mulai dari burungkupu-kupuulat bulu, bahkan organisme-organisme yang tidak kasat mata.

Pohon pun menjadi tempat tinggal dan mencari makan berbagai organisme mulai dari burungkupu-kupuulat bulu, bahkan organisme-organisme yang tidak terlihat oleh mata.

2

Menanam pohon dapat dianggap sebagai sedekah (shodaqoh) jariyah layaknya menyumbang pembangunan masjid, maupun mewakafkan tanah. Menanam pohon dapat dianggap sebagai sedekah (shodaqoh) jariyah seperti halnya menyumbang pembangunan masjid, maupun mewakafkan tanah.

3

Sungguh nikmat ketika kita telah meninggal namun point-point pahala kita terus bertambah lantaran sebatang pohon yang dengan ikhlas kita tanam dan rawat hingga tumbuh terus Sungguh nikmat ketika kita telah meninggal namun point-point pahala kita terus bertambah karena sebatang pohon yang dengan ikhlas kita tanam dan rawat hingga tumbuh terus

4

Setiap orang membutuhkan air untuk minum dan aneka kebutuhan lainnya termasuk untuk bersuci (wudlu). Setiap orang membutuhkan air untuk minum dan berbagai kebutuhan lainnya termasuk untuk bersuci (wudlu).

 

Referensi : http://alamendah.wordpress.com/2011/05/18/menanam-pohon-investasi-tiket-masuk-surga/

Leave a comment »