Oreology

Softskill

Perilaku Produsen

Dalam artikel yang akan saya post-kan kali ini yaitu mengenai “Perilaku Produsen”. Karena di masa kini, dunia perekonomian yang didalamnya terdapat perikalu ekonomi, pasti bersangkutan dengan tiga pokok dari kegiatan ekonomi, salah satunya yaitu “produsen”.
Berikut ini merupakan penjelasan tentang produksi. Produksi merupakan konsep arus (flow consept), yang mengandung pengertian bahwa kegiatan produksi dapat diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak akan berubah atau tetap.
Dalam suatu perusahaan, pelaku perusahaan seperti manajer, karyawan, dan komponen lainnya termasuk ke dalam perilaku produsen. Suatu perkumpulan mendirikan perusahaan tentu mempunyai tujuan. Berikut ini meruppakan tujuan dari perusahaan :

  •  Maksimisasi Sumberdaya (Tenaga Kerja)
  • Maksimisasi Output (Penjualan)
  • Maksimisasi Growth (Pertumbuhan)

Selain itu, suatu perusahaan yang didirikan juga tentunya memiliki kategori dari kegiatan produksi yang setiap hari dijalaninya, yaitu sebagai berikut :

 

  • Produksi sesuai pesanan (custom-order production)
  • Produksi massal yang kaku (rigid mass production)
  • Produksi massal yang fleksibel (flexible mass production
  • Proses atau aliran produksi (process or flow production)

Dalam perilaku produsen, tentu kita akan menemukan fungsi-fungsi yang didapat dari perilaku produsen yang telah dijalani tersebut. Fungsi produksi yaitu sebagai berikut:

 

  • Model matematis yang menunjukkan hubungan antara jumlah faktor produksi (input) yang digunakan dengan jumlah barang atau jasa (output) yang dihasilkan.
  • Fungsi Produksi Total (Total Product): TP

TP ↔ Q = f(L, K); L = tenaga kerja, K = Modal

  • Produksi rata-rata (Average Product): AP

APL = TP/L atau APK = TP/K

  • Produksi Marjinal (Marginal Product): MP

MPL = ∆TP/∆L atau MPK = ∆TP/∆K

Di dalam perilaku produsen terdapat hokum-hukum yang berlaku. Salah satunya yaitu The Law of Diminishing Return. Hukum yang menyatakan berkurangnya tambahan output dari penambahan satu unit input variabel, pada saat output telah mencapai maksimum. Dalam hokum tersebut, belaku asumsi sebagai berikut :
1. Hanya ada satu unit input variabel, input yang lain tetap.
2. Teknologi yang digunakan dalam proses produksi tidak berubah.
3. Sifat koefisien produksi adalah berubah-ubah

Advertisements
Leave a comment »

Coba-cobi Test Psikotest

Kali ini saya akan mem-postkan artikel, ya semacam artikel permainan. Eits, tentu bukan sekedar permainan. Permainan ini berupa Test Psikotest, yang patut untuk dicoba lho. Soal Test Psikotest ini bersumber dari internet, yang aslinya berasal dari Jepang. tapi tidak perlu khawatir buka kamus Bahasa Jepang, Karena Soal test Psikotest ini sudah diterjemahkan terlebih dahulu oleh pembuatnya. Pasti penasaran kan 😀

Tapi ada syaratnya teman-teman…

Kamu jangan melihat jawaban yang ada di bawah dulu ya, menjawabnya juga jangan memakan waktu yang lama, to the point saja. Dan yang pasti, ikuti kata hati ketika kamu menjawab soal-soal Psikotest nya ya! Saya sudah mencoba Test Psikotest ini sebelum saya post artikelnya. Dan ketika saya lihat hasil dari Test psikotest nya, saya pun terkejut dan agak terkaget-kaget…

Dan konon katanya, sesudah membaca artikel ini, maka harapan kamu akan terwujud…

Satu hal lagi yang perlu diingat sebelum kamu mengisi Soal Test Psikotest nya :

“Jangan membaca jawaban yang ada dibawah terlebih dahulu, JANGAN! Baca langkahnya secara terurut!”

Oke kita mulai Psikotest-nya. 1…2…3!!!

 

1. Tulislah angka mulai dari angka 1 sampai sebelas di kertas kamu secara vertikal (dari atas ke bawah)

2. Tuliskan angka yang paling kamu suka (antara angka 1-11) disebelah angka No.1 dan 2

3. Tuliskan 2 nama orang (lawan jenis) yang kamu kenal, masing-masing di No.3 dan No.7

4. Tuliskan 3 nama orang yang kamu kenal di No.4, 5, dan 6. Disini kamu boleh menulis nama orang di keluarga, teman, kenalan, atau siapapun yang kamu kenal

5. Nah! Di no.8, 9, 10 dan 11 tuliskan  judul lagu yang berbeda-beda

6. Tuliskan permohonan yang saat ini kamu inginkan

 

 

Dan inilah jawban dari Hasil Psikotest yang kamu tuliskan tadi :

1. Kamu harus memberitahukan ke orang yang anda tulis di No. 7  tentang Psikotest ini.

2. Nama yang kamu tulis di No.3 adalah orang yang kamu cintai.

3. Nama yang kamu tulis di No.7 adalah orang yang kamu suka, tetapi bertepuk sebelah tangan.

4. Nama yang kamu tulis di No.4 adalah orang yang anda rasa paling penting bagi kamu.

5. Nama yang kamu tulis di No.5 adalah orang yang paling mengerti tentang kamu.

6. Nama yang kamu tulis di No. 6 adalah orang yang membawa keberuntungan pada kamu.

7. Lagu yang kamu tulis di no. 8 adalah lagu yang ditujukan untuk orang No.3

8. Lagu yang kamu tulis di no.9 adalah lagu yang ditujukan untuk orang No.7

9. Lagu yang kamu tulis di no.10 adalah lagu yang melukiskan apa yang ada di hati kamu sekarang ini.

10. Lagu yang kamu tulis di No.11 adalah lagu yang melukiskan hidup kamu.

 

Dan SELAMAT telah mengikuti Psikotest ini, Ayo beritahukan rekan kamu, dan biarkan mereka untuk mencobanya 😀

Leave a comment »

Konsep Elastisitas

Dalam ilmu ekonomi, dibutuhkan elastisias untuk mengetahui perkembangan dari kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan setiap harinya, fungsinya yaitu untuk mengetahui perbandingan dari perubahan yang terjadi. Berikut ini definisi dari elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel yang lainnya.
Definisi lain dari elastisitas, yakni  elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga yang sudah terjadi.
Elastisitas memiliki konsep elastisitas yang dapat digunakan untuk meramalkan apa yang akan barang ataupun jasa yang dinaikkan.
Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan tentu sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini dapat digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Dan hal ini sangat berkaitan dengan seberapabesar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya.

Menurut hukum permintaan, tindakan menaikkan harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil, kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan keuntungan. Namun, jika peningkatan harga ini ternyata menurunkan permintaan demikian besar, maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Hasil penjualannya mungkin saja tidak dapat menutupi biaya produksinya, sehingga ia menderita kerugian. Dapat terlihat disini bahwa produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelummembuat suatu keputusan. Ia harus memperkirakan seberapa besar kepekaan konsumen atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh persen, dua puluh persen, dan seterusnya.

Besar kecilnya kepekaan tersebut dapat dilihat dari besarnya angka koefisien elastisitas atau indeks elastisitas.
Berikut ini merupakan 4 konsep elastisitas yang umumnya dipakai dipakai dalam teori ekonomi mikro :

1. Elastisitas harga permintaan (Ed)
2. Elastisitas harga penawaran (Ws)
3. Elastisitas silang (Ec)
4.Elastisitas pendapatan (Ey)

Elastisitas Harga Permintaan
Digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan jumlah barang yang diminta
akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.
KRITERIA UKURAN ebagai berikut :

  • Ed > 1 : Elastis
  • Ed < 1 : In Elastis
  • Ed = 1 : Unitary
  • Ed = 0 : In Elastis Sempurna
  • Ed = ~ : Elastis Sempurna

Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan, diantaranya yaitu :
1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.
2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.
3. Jangka waktu analisa.
4. Jenis barang.
>> ELASTISITAS PENAWARAN
Elastisitas Penawaran mengukur besarnya prosentase perubahan jumlah barang yang di tawarkan akibat adanya perubahan harga barang yang bersangkutan.jika elastisitas permintaan kuantitasnya adalah kuantitas yang diminta dan elastisitas penawaran kuantitasnya adalah kuantitas yang di tawarkan.rumus elastisitas penawaran tersebut adalah sebagai berikut (elastisitas busur):
Q2 – Q1
½ (Q2+Q1)
Es = P2 – P1
½ (P2 + P1)
ΔQ
½ (Q1+Q2)
Es = ΔP
½ (P1+P2)
>> ELASTIS SILANG
Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang
lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan barang tersebut yang
berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.
QX2 – QX1
½ (QX1 + QX2)
Ec=PY2 – PY1
½ (PY1 + PY2)
Δ QX
½ (QX1 + QX2)
Es=Δ PY
½ (PY1 + PY2)
>> ELASTISITAS PENDAPATAN
Untuk mengukur perubahan jumlah barang yang diminta akibat dari adanya perubahan pendapatan dalam rumus dituliskan sebagai berikut:
Q2 – Q1
½ (Q1 + Q2)
Ey=I2 – I1
½ (I1+ I2)
Δ Q
½ (Q1 + Q2)
Ey=Δ I
½ (I1 +I2)

Leave a comment »

Pendekatan Kardinal & Ordinal

Dalam melakukan kegiatan ekonomi, yakni diantaranya :  konsumsi dan perilaku dari konsumen yang dituntun oleh tujuannya untuk memperoleh kepuasan. Terdapat beberapa pendekatan permintaan individu yaitu sebagai berikut:


1. Pendekatan Cardinal, asumsi dasarnya:

a)      Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan.

b)      Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.

c)      Terjadi Hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan. Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi akan menjadi semakin kecil. Pada awalnya, kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun. Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan Hukum Gossen.

d)     Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.
Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal.

Asumsi dari seorang konsumen, sebagai berikut:

  1. Konsumen harus rasional yaitu menginginkan kepuasan maksimal.
  2. Konsumen punya preferensi jelas akan barang dan jasa
  3. Terdapat kendala anggaran

 

2. Pendekatan Ordinal
Dengan berdasarkan pada asumsi bahwa kepuasan tidak bisa dikuantitatifkan dan antara satu konsumen dengan konsumen yang lain akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dalam mengkonsumsi barang dalam jumlah dan jenis yang sama. Oleh karena itu kemudian muncul pendekatan ordinary yang menunjukkan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent. Pendekatan ordinal berdasarkan pembandingan sesuatu barang dengan barang yang lain, lalu memberikan urutan dari hasil pembandingan tersebut. Contoh penggunaan metode ordinal antara lain dalam suatu lomba atau kejuaraan, pengukuran indeks prestasi dan pengukuran yang sifatnya kualitatatif misalnya bagus, sangat bagus, paling bagus.
Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :

  1. Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya.
  2. Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
  3. Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.

Pendekatan ordinal tentunya membutuhkan tolok ukur pembanding yang disebut dengan indeferent kurve. Kurva Indeferent adalah Kurva yang menghubungkan titik – titik kombinasi 2 macam barang yang ingin dikonsumsi oleh seorang individu pada tingkat kepuasan yang sama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendekatan ordinal dan kardinal sebetulnya bisa saling berhubungan satu sama lain/

Leave a comment »

Penentuan Harga Keseimbangan

Di dalam sistem perekonomian serta ilmu ekonomi, harga ekuilibrium atau yang biasa disebut dengan harga keseimbangan adalah merupakan suatu harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil dari kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

Berikut ini merupakan cara menentukan keadaan keseimbangan :

>> Menentukan Keadaan Keseimbangan Dengan Matematik
Dalam hal ini keadaan dari keseimbangan dapat pula ditentukan secara matematik, yaitu dengan memecahkan persamaan permintaan dan persamaan penawaran secara serentak atau simultan.

Berikut ini adalah contoh penerapan rumusnya :
Persamaan permintaan : Qd = 1.500 – 0,001 Pq
Persamaan penawaran : Qs = -100 + 0,001 Pq
Syarat keseimbangan adalah permintaan sama dengan penawaran atau

Qd = Qs.
1.500 – 0,001 P = -100 + 0,001 Pq
1.500 + 100 = 0,001 P + 0,001 Pq
1.600 = 0,002 Pq
Pq = 800.000 ( harga keseimbangan / harga pasar).

 

>> Penentuan Harga Keseimbangan (Eqilibrium Price).
Masalah harga selalu saja berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.

Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

Leave a comment »

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan & Penawaran

Setelah membahas mengenai Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran pada artikel yag sebelumnya, kini akan dibahas mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan dan juga penawaran. Dalam hal ini, faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran berhubungan langsung denga konsumen yang paling uama. Berikut ini untuk lebih lanjutnya :

 

*Faktor yang mempengaruhi permintaan :

1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Di jaman sekarang yang serba modern saat ini handphone blackberry dan android sedang trend di kalanan masyarakat luas dan banyak yang berminat untuk membelinya, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin saja salah satu dari blackberry ataupun androis akan dianggap dianggap kuno di masa-masa yang akan datang.

2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Bisa dimisalkan, jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.

3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang berpenghasilan sendiri atau punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka sebaliknya, seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli atau berbelanja.

4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.

5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila melanda masyarakat luas di dunia, maka produk masker pelindung akan sangat laris dijual dipasaran. Contoh lain yaitu ketika bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

 

*Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran

1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.

2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.

4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.

5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

Leave a comment »

Hukum Permintaan & Hukum Penawaran

Pada bahasan artikel kali ini, akan di ulas mengenai Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran. Di dalam sistem perekonomia yang mendasar kepada ilmu ekonomi, maka tersirat juga mengenai permintaan dan penawaran serta masing-masing definisinya yang telah dibahas pada artikel sebelumnya yang berjudul “Pengertian Permintaan dan Penawaran”. Maka kini akan dibahas mengenai Hukum dari permintaan dan penawaran.

Dalam hukum permintaan dan hukum penawaran, jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus), maka muncul spekulasi bahwa  “Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya”.

Semua hal tersebut dapat saja terjadi karena semuanya ingin mencari kepuasan (keuntungan) yang sebesar-besarnya dari harga yang ada.  Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

Hukum permintaan

Definisi dari hukum permintaan yaitu adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:

“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”

 

Hukum penawaran

Sedangkan dalam definisi hukum penawaran, yakni disebutkan “Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga”. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:

“Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”

Leave a comment »

Pengertian Permintaan & Penawaran

Di dalam ilmu perekonomian, terdapat 2 jenis kegiatan yang saling berhubungan, yaitu permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan dapat membentuk menjadi satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas yang diperlukan dan yang akan di produksi(jumlah barang). Karena setiap transaksi perdagangan pasti di dalamnya terdapat beberapa kegiatan yakni permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain dan tentunya saling berkaitan.
Berikut ini, ulasan artikel tentang pengertian dari PERMINTAAN dan PENAWARAN :
>>  PERMINTAAN
 Permintaan ialah merupakan pernyataan dari  sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu yang tertentu juga. Masyarakat selaku konsumen tentunya harus membeli barang atau jasa keperluannya di pasar. Keadaan ini mengandaikan bahwa barang atau jasa itu memiliki tingkat harga tertentu. Adanya berbagai macam harga di pasar selanjutnya mengandaikan adanya kondisi yang mempengaruhi. Adapun unsur-unsur yang terdapat pada permintaan yakni barang atau jasa, harga dan kondisi yang mempengaruhi. Jadi permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang dibeli dalam berbagai situasi dan tingkat harga.
Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi mereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
>>  PENAWARAN
Setelah diatas membahas mengenai penjelasan tentang permintaan dan hal-hal yang berkaitan dengan permintaan, maka kini mari membahas tentang penawaran (supply). Jadi, apakah yang dimaksud dengan penawaran? Tentu di kehidupan sehari-hari anda pernah melihat pedagang asongan yang menjajakan dagangannya di lampu merah atau anda melihat para pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar. Dan menurut pandangan anda apakah mereka sedang melakukan kegiatan penawaran? Jadi, apakah penawaran itu? Dalam ilmu ekonomi, penawaran diartikan sebagai sejumlah barang yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga selama periode tertentu.  Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan  pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu. Dalam rangka menjawab kebutuhan konsumen, pihak produsen menyediakan berbagai barang dan jasa. Barang dan jasa hasil produksi ini kemudian dijual kepada konsumen di pasar menurut tingkat harga tertentu. permintaan bersangkut paut dengan pembelian dan pemakainan sedangkan penawaran bersangkut paut dengan peneyediaan dan penjualan. Jadi penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual pada berbagai tingkat harga dan situasi.
Sumber :
http://chandrapamungkas.wordpress.com/2011/04/05/permintaan-penawaran-hukum-permintaan-dan-penawaran-harga-keseimbangan/
Leave a comment »

Sistem Perekonomian

Dalam pembahasan artikel kali ini, terkait tentang “Sistem Perekonomian”. Sistem perekonomian dalam arti yang sesungguhnya dapat bersifat global (umum) dan juga dapat bersifat khusus (dalam arti yang lebih sederhana dan sempit). Sistem Perekonomian diterapkan untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan ilmu ekonomi, baik di lingkungan keluarga, perorangan, bahkan negara atau pemerintahan. Untuk lebih jelasnya, mari bahas lebih lanjut tentang “Sistem Perekonomia”.

Sistem perekonomianmemiliki definisi yakni adalah sebuah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Selain faktor produksi yang telah disebutkan sebelumnya, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang dapat mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Dalam hal ini, kegiatan pemenuhan kebutuhan manusia meliputi 3 kegiatan ekonomi yakni :

konsumsi, produksi dan distribusi

 

Ketiga kegiatan di atas dibisa dipisahkan, sehingga ketiganya membentuk suatu sistem baru yang disebut sistem ekonomi. Sistem ekonomi adalah sebagai berikut:

1. Suatu sistem yang terdiri dari kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia atau serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
2.  Perpaduan beberapa subsistem yang membentuk sistem itu sendiri
3.  Perpaduan dari aturan – aturan atau cara – cara yang merupakan satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian.

Faktor – faktor yang Dapat Mempengaruhi Sistem Ekonomi, ialah :
Perbedaan sistem ekonomi terjadi secara jelas dan hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan nilai – nilai hidup antara suatu kelompok masyarakat atau negara. Faktor – faktor yang mempengaruhi pemakaian suatu sistem ekonomi antara lain :
1. Faktor Intern :  lembaga ekonomi, lembaga sosial, lembaga ide, kebijakkan pemerintah

2. Faktor Ekstern : keadaan politik, falsafah negara, hukum yang berlaku, politik luar negeri

Dasar bekerjanya sistem ini adalah adanya invisible hand atau tangan yang tak terlihat yang dicetuskan oleh ahli ekonomi Adam Smith. Dasar ini berasal dari paham kebebasan. Paham kebebasan ini sejalan dengan pandangan ekonomi kaum klasik, dimana mereka menganut paham ‘Laissez Faire’, yang mengendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonomi, dengan seminim mungkin campur tangan pemerintah. Kaum klasik berpendapat seperti itu, karena menganggap bahwa keseimbangan ekonomi/pasar akan tercipta dengan sendirinya.
Sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi,antara lain :
1. Perekonomian terencana
2. Perekonomian pasar
3. Perekonomian pasar campuran
• Berikut ini beberapa jenis  Sistem Perekonomian di dunia
1. Sistem Ekonomi Tradisional

2. Sistem Ekonomi Liberal

3. Sistem Ekonomi Komando / Sosialisme

4. Sistem Ekonomi Campuran

5. Sistem Ekonomi Kapitalisme

6. Sistem Ekonomi Komunisme

Leave a comment »

Masalah Pokok Ekonomi & Pengaruh Mekanisme Harga

Pada artikel kali ini, mari kita membahas tentang masalah pokok ekonomi dan pengaruh mekanisme harga berikut ini akan kita jelaskan mengenai beberapa masalah ekonomi yang palingmenentukan apa yang akan di buat bagaimana cara membuatnya, serta menentukan siapa konsumennya dan juga mencantumkan masalah yang terdapat pada konsumen tersebut sebagai pemakai barang pokok sehari-hari.


Masalah Pokok Ekonomi yang Di Alami Produsen
Masalah pokok ekonomi yang di alami oleh produen dalam kehidupannya sehari-hari yakni adalah masa kelangkaan atau kekurangannya barang-barang yang dibutuhkan karena sebagai akibat dari ketidak seimbangannya antara kebutuhan masyarakat yang relatif tidak terbatas dan tidak terkontrol, dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat yang relatif terbatas dan tentunya cepat habis karena terpakai dan terkonsumsi.
Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern kini, meliputi berbagai jenis kegiatan ekonomi, yaitu  produksi, konsumsi dan perdagangan (perjual-belian). Berikut ini merupakn point-point dari kegiatan ekonomi tersebut :
1.  What to produce > Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi , karena sumber daya yang terbatas sementara kebutuhan yang tidak terbatas, maka tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dapat diproduksi dengan praktis dan cepat. Suatu masyarakat ekonomi harus menentukan barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi, barang dan jasa mana yang akan diprioritaskan, barang dan jasa apa yang akan diproduksi kemudian, serta barang dan jasa apa yang tidak dapat diproduksi.  Karena hal ini merupakan masalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang ada (sumber daya alam, manusia, dan modal) ke dalam berbagai sektor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang di produksi.
2. How to produce >Menentukan cara barang diproduksi. Dalam hal ini metode produksi atau teknologi mana yang akan digunakan ? Di sini, pelaku produksi memerlukan penggunaan metode produksi atau teknologi yang paling efisien dalam pelaksanannya, artinya yang dapat menghasilkan suatu barang dan jasa dengan pengorbanan (atau biaya) yang paling rendah. Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. Namun, masih banyak faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti skala produksi, kemampuan manajerial, iklim, kemampuan finansial, dan sikap mental.
3.  To whom > Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi. Salah satu masalah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi dibagikan adalah masalah tentang keadilan dan pemerataan distribusi. Bagaimana memberi balas jasa atas warga yang bekerja lebih banyak daripada yang lainnya.Masalah distribusi juga terkat dengan pertanyaan bagaimana memberi jaminan kepada sebagian warga yang mendapatkan hasil produksi di dalam ekonomi, sekalipun tidak ikut berproduksi seperti anak-anak sekolah dan orang tua jompo. Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan berarti setiap individu berhak mendapatkan barang dan jasa secara adil dalam jumlah yang sama, tetapi bagi masyarakat utilitarian yang dimaksud dengan adil adalah pembagian barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan masing-masing .
Masalah Ekonomi Bagi Konsumen.
Kebutuhan hidup manusia kini dan nanti itu banyak sekali dan beraneka ragam, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau negara.

Pokok persoalannya yakni:

Bagaimanakah dengan sumber-sumber yang terbatas, manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam?

Jadi kesimpulan yang dapat diambil dari bahasan masalah pokok ekonomi dan mekanisme harga kita ditekankan kepada bagaimana ekonomi itu prosesnya terjadi bagaimana sebagai sudut pandang dari produsen yang berusaha memuaskan konsumen dan konsumen yang sebaliknya memberikan saran kepada produsen bagaimana supaya keinginannya dapat terpenuhi.

Leave a comment »